Tips Sehat

Berbagi Segala Tips Kesehatan

Pengobatan Alami

Berbagi Artikel Tentang Cara Pengobatan Penyakit

Penyakit

Membahas Segala Macam Penyakit Yang Menyerang Manusia

Cara Mengencangkan Kulit Wajah Secara Alami

Berbagai cara alami yang bisa dilakukan dirumah untuk mengencangkan kulit wajah anda

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, 21 October 2016

Tips Menghindari Berbagai Macam Penyakit Kulit






Kulit adalah bagian dari estetika tubuh kita yang perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Untuk menjaga kesehatan kulit tentu saja kita memerlukan perawatan khusus. Ini juga dimaksudkan untku menghindari anda terserang penyakit kulit berbahaya. Contoh dari penyakit kulit yang dimaksud adalah seperti jerawat, kulit gatal-gatal, merah, herpesm iritasi kulit dan masih banyak lagi macamnya. Untuk mencegah penyakit kulit yang sedemikian banyak tersebut maka kita perlu melakukan tindakan pencegahan seperti :

  • Mandi minimal 2 kali sehari
Dengan mandi minimal 2 kali sehari, kulit anda akan bersih terawat serta kita terhindar dari berbagai macam penyakit kulit. Orang yang jarang mandi akan mudah terjangkiti penyakit jamur yang akan menyebabkan penyakit kulit.
 
  • Mengganti Pakaian Setiap Hari
Pakaian yang kita pakai setiap harinya bisa menjadi tempat melekatnya kuman dan bakteri serta jamur yang menyebabkan rasa gatal pada kulit. Untuk mejaga kesehatan kulit maka gantilah pakaian yang dipakai dengan pakaian baru setiap habis selesai mandi. 
 
  • Hindari Paparan Sinar Matahari Yang Terlalu Lama Disiang Hari
Sianr matahari baik untuk kesehatan kulit, namun hanya pada saat-saat tertentu saja. Ketika sudah jam 10.00 pagi hingga sore maka sinar matahari sudah tidak baik untuk kesehatan kulit kita karena sinar matahari pada jam-jam tersebut mengandung sinar ultra violet yang dapat menyebabkan beberapa masalah serius pada kulit diantaranya adalah kulit menjadi terbakar, iritasi dan juga memicu timbulnya penyakit kanker kulit. Untuk itu jika anda hendak berpergian pada siang hari maka hendaknya menggunaka lotion atau jaket pelindung kulit untuk menghindari terpapar sinar matahari secara langsung.
 
  • Hindari Menggaruk Kulit Dengan Keras
Menggaruk kulit yang gatal dengan keras dapat menyebabkan adanya luka lecet pada kulit. Garuklah kulit yang terasa gatal dengan sewajarnya dan kalau gatalnya belum hilang juga oleskanlah minyak gosok atau balsem pada bagian yang terasa gatal tersebut. Jika anda menderita alergi kulit, maka hindarilah makanan-makanan yang menyebabkan alergi kulit tersebut untuk mengantisipasi rasa gatal yang diakibatkan oleh alergi tersebut. 
 
Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan agar kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit kulit.     

Mengencangkan Kulit Wajah Secara Alami

Bagian wajah adalah bagian dari tubuh seseorang yang dapat meningkatkan rasa percaya diri maupun sebaliknya. Aktifitas sehari-hari khususnya aktifitas yang dilakukan diluar ruangan yang terpapar langsung oleh cahaya matahari dapat membuat kulit wajah kita berkerut yang membuat kita kehilangan kepercayaan diri karena tentunya orang yang melihat kita beranggapan bahwa kita sudah berumur.

Banyak yang menjual produk-produk kecantikan khususnya obat untuk mengencangkan kulit wajah yang bisa ditemukan dipasaran dari harga yang murah sampai harga yang mahal sekalipun. Namun bagi kita yang menginginkan pengobatan alami demi menghindari produk-produk berbahan kimia yang tentunya memiliki resiko yang berefek pada kulit anda, maka berikut ini adalah cara alami yang bisa dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah anda :





 
  1. Jagalah kulit wajah anda dalam keadaan tetap lembab dengan mengkonsumsi air minum minimal 8 gelas perharinya.
  2. Kekurang tidur atau tidur tidak normal, bisa berdampak pada kulit anda karena jika anda tidur kurang normal atau sering tidur larut malam, maka kantong dekat mata anda akan keluar dan berdampak keriput. Jadi biasakanlah untuk tidur pada waktu yang tepat serta hindari begadang.
  3. Jika anda suka dengan maskeran, maka anda bisa menggunakan putih telur sebagai masker. Caranya dengan cukup mengambil beberapa putih telur yang dioleskan kewajah, dan biarkan sampai putih telur itu mengering diwajah anda. Setelah mengering, barulah wajah anda dibasuh dengan air hangat. Kegunaan dari putih telur ini karena putih telur diketahui dapat mengangkat kotoran-kotoran yang melekat pada wajah. 
  4. Jika anda mempunyai buah pisang dirumah, maka anda dapat memanfaatkan buah pisang tersebut sebagai masker. Caranya adalah dengan mengambil buah pisang yang sudah dikupas kulitnya lalu dihaluskan dan dioleskan pada wajah dan sebagian leher anda. Waktu pemaskeran ini bisa berlangsung selama 20-30 menitan. Setelah selesai, bilaslah wajah anda dengan menggunakan air dingin dan bersih. Manfaat dari buah pisang ini yaitu dapat membuat kulit wajah semakin kencang dan lembut.
Itulah beberapa cara alami yang bisa anda lakukan dirumah untuk mengencangkan kulit wajah anda sehingga bisa meningkatkan rasa percaya diri anda dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari diluar rumah.   

Penyakit Stroke

Stroke merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai dijaman moderen ini. Stroke atau penyakit serebravaskuler adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke dapat berupa iskemik maupun perdarahan (hemoragik). 

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti, karena aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah yang merembes kedalam suatu daerah di otak dan merusaknya.

Stroke dapat muncul kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja, baik pada seseorang sedang melakukan aktifitas maupun ketika sedang beristrahat, bahkan kadang tanpa gejala penyerta sehingga kondisi sebelumnya benar-benar normal. Defisit neurologis fokal ditandai dengan gangguan fungsi bagian tubuh tertentu seperti wajah asimetris, artikulasi bicara menjadi cadel/pelo, atau lengan dan tungkai menjadi lemah. Kelemahan pada lengan dan tungkai biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh saja, kanan atau kiri dan sangat jarang sekali terjadi pada kedua sisi tubuh secara bersamaan pada waktu yang sama.




Seseorang dikatakan menderita stroke jika mengalami defisit neurologis selama lebih dari 24 jam. Bila gangguan saraf berlangsung selama kurang dari 24 jam maka keadaannya disebut sebagai suatu Transient Ischemik Attack (TIA) atau stroke ringan. Perlu diingat bahwa TIA merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke suatu hari nanti, sehingga keadaan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Gejala klinis stroke murni disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah otak, berupa penyumbatan atau pecah pembuluh darah otak, dan bukan disebabkan oleh penyakit lain seperti tumor otak, infeksi otak ataupun gangguan saraf perifer. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah otak diantaranya adalah hipertensi, kencing manis dan kolesterol

Menurut sebuah jurnal yang ditulis oleh Sylvia Saraswati (2009) menyatakan bahwa faktor penyebab resiko stroke dapat dibagi menjadi dua bagian yakni faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi.



1.  Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dimodifikasi

a. Usia

Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa usia yang semakin tua maka semakin besar pula resiko terkena stroke. Hal ini berkaitan dengan proses degenerasi (penuaan) yang terjadi secara alamiah. Pada orang-orang lanjut usia, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.

b.  Jenis Kelamin

Laki-laki memiliki resiko lebih besar untuk terkena stroke dibanding perempuan. Hal ini mungkin terkait karena laki-laki lebih cenderung merokok dan mengkonsumsi alkohol yang dapat merusak lapisan dari pembuluh darah.

C.  Herediter

Terkait dengan riwayat stroke di keluarga, orang dengan riwayat stroke pada keluarga memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibandingkan orang yang tanpa riwayat stroke di keluarganya. 

d.  Ras atau Etnis

Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa ras kulit putih memiliki peluang lebih besar untuk terkena stroke dibandingkan dengan ras kulit hitam.

2.  Faktor Resiko Yang Dapat Dimodifikasi

a.  Hipertensi

Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami stroke. Bahkan, ini merupakan penyebab terbesar dari stroke. Alasannya, dalam hipertensi dapat terjadi gangguan aliran darah tubuh yaitu diameter pembuluh darah kelak akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang, dengan pengurangan Aliran Dara Otak (ADO), maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati.

b.  Penyakit Jantung

Penyakit jantung seperti jantung koroner dan infark miokard (kematian otot jantung) bisa menjadi faktor terbesar penyebab stroke. Seperti yang kita ketahui bahwa pusat dari aliran darah di tubuh terletak dijantung. Jika pusat pengaturan darah mengalami kerusakan maka aliran darah tubuh mengalami gangguan, termasuk aliran darah menuju otak. Gangguan aliran darah itu bisa mematikan jaringan otak secara mendadak ataupun bertahap.

c.  Diabetes Melitus

Diabetes Melitus atau kencing manis memiliki resiko untuk terkena stroke. Hal ini terkait dengan pembuluh darah penderita diabetes yang umumnya lebih kaku (tidak lentur). Adanya peningkatan atau penurunan kadar glukosa secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan kematian jaringan otak. 

d.  Hiperkolesterolemia

Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol dalam darah berlebih. LDL yang berlebih akan mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah, yang lama kelamaan akan semakin banyak dan menumpuk sehingga mengganggu aliran darah. 

e.  Obesitas

Kegemukan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke. Hal tersebut tekait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah pada orang dengan obesitas, yaitu biasanya kadar LDL lebih tinggi dibanding kadar HDL.

f.  Merokok

Dari hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen ini dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku. Dengan demikian, dapat menyebabkan gangguan aliran darah. 

              
     
  

Thursday, 20 October 2016

Mengenal Penyakit Malaria



Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles. Nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria ini banyak terdapat pada daerah dengan iklim sedang khususnya di benua Afrika dan India. Termasuk juga di Indonesia.

Parasit plasmodium yang ditularkan nyamuk ini menyerang sel darah merah. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Setiap tahunnya, sekitar 1,2 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit malaria. Demikian menurut data terbaru yang dimuat dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet. Angka yang dilansir itu jauh lebih tinggi dari perkiraan WHO tahun 2010 yakni 655.000.


Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Contoh kondisi penularan penyakit ini adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin bisa terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.
Di Indonesia, terjadi sekitar 400.000 kasus positif malaria setiap tahunnya. Dari semua kasus yang terjadi, 4.000 kasus mengalami komplikasi atau bahkan berujung pada kematian. Sekitar 1 dari 4 kasus malaria yang terjadi menyerang anak-anak.
Sebagian besar kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur.Terutama pada wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Ada empat jenis plasmodium yaitu plasmodium vivax, plasmadium ovale, malariae plasmodium dan plasmodium falciparum yang menyebabkan penyakit malaria. Khusus untuk plasmodium falciparum sering menjurus kepada sakit malaria berat yang sangat sering menyebabkan kematian (pada tahun 2010 diperkirakan 90% angka kematian akibat malaria terjadi di Sub-Sahara Afrika dimana plasmodium falciparum bertanggung jawab atas sebagian besar kasus malaria yang terjadi), sedangkan tiga jenis plasmodium lainnya adalah penyakit ringan yang sangat jarang menjurus pada Penyakit Malaria akut. Selain itu adapula plasmodium knowlesi yang umumnya menyebabkan malaria pada spesies hewan kera tetapi dapat juga menginfeksi manusia walaupun sangat kecil kemungkinannya.

Diperkirakan oleh para ahli selama lebih dari 50.000 tahun manusia telah diinfeksi oleh Penyakit malaria. Menurut rekaman sejarah demam periodik penyakit malaria telah ditemukan pada tahun 2700 SM di China dan kekaisaran Romawi, dan  rekaman sejarah abad 19 mencatat bahwa pada perang pasifik diperkirakan sekitar 500.000 tentara AS terinfeksi,  dimana 60.000 diantaranya terbunuh karenanya.

Parasit malaria yang ditemukan pada jenis hewan mamalia orang utan dan gorila sangat mirip dengan parasit malaria yang ditemukan pada manusia. Diperkirakan berdasarkan bukti-bukti terkini bahwa penyakit malaria pada manusia mungkin berasal dari gorila.
Kata Malaria berasal dari bahasa Italia “Mala Aria” yang berarti “bad air” atau dalam bahasa Indonesia “udara buruk”. Penyakit ini pernah juga disebut penyakit demam rawa. Penyakit malaria pernah mewabah di Eropa dan Amerika Utara walaupun saat ini penyakit ini semakin jarang ditemukan di belahan dunia tersebut, dikarenakan oleh perubahan geografi yang telah menyingkirkan rawa rawa tempat sebagian besar nyamuk penyebar malaria tinggal dan berkembang biak.


Penyebab Penyakit Malaria

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit yang merupakan golongan plasmodium. Media utama yang menjadi penyebar penyakit ini yaitu nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini terinfeksi oleh parasit plasmodium dari gigitan yang dilakukan terhadap seseorang yang sudah terinfeksi parasit tersebut. Nyamuk tersebut akan terinfeksi selama satu mingguan hingga waktu makan selajutnya. Pada saat makan, maka nyamuk ini menggigit orang lain sekaligus menyuntikkan parasit plasmodium ke dalam darah orang tersebut sehingga orang tersebut akan terinsfeksi malaria.

Ada 4 jenis plasmodium yang dapat menginfeksi manusia, diantaranya yaitu:
1.    Plasmodium ovale
2.    Plasmodium malariae
3.    Plasmodium falciparum
4.    Plasmodium vivax

Dari kasus-kasus tentang penyakit malaria di seluruh dunia, disimpulkan bahwa jenis plasmodium vivax yang paling sering ditemukan pada pasien yang terserang penyakit ini. Selain itu plasmodium falciparum merupakan penyumbang kematian paling besar pada penyakit malaria yang menyerang manusia di dunia yaitu sekitar 90%.
Gejala Penyakit Malaria

Gejala malaria dapat dibagi menjadi 2 bagian ditinjau dari berat-ringannya. Gejalanya yaitu sebagai berikut.

      A.         Gejala Penyakit Malaria Ringan (Malaria tanpa Komplikasi)
Pada penderita penyakit malaria, umumnya mengalami demam dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa nyeri pada otot, pegal-pegal. Pada gejala malaria ringan, dapat dibagi menjadi 3 stadium yaitu sebagai berikut.

1.    Stadium dingin
Pada stadium dingin penderita merasakan dingin dan menggigil yang luarbiasa, denyut nadi terasa semakin cepat namun lemah, bibir dan jari terlihat kebiruan, kulit kering, muntah-muntah yang terjadi kurang lebih 15 menit hingga 1 jam.
2.    Stadium demam
Pada stadium ini penderita merasakan panas, muka merah, kulit kering, muntah dan kepala rasanya sangat sakit. Suhu tubuh biasanya mencapai 40 derajat celcius atau lebih. Kadang penderita mengalami kejang-kejang. Gejala ini berlangsung biasanya 2 hingga 4 jam lebih.
3.    Stadium berkeringat
Stadium berkeringat yaitu pengidap penyakit malaria ini selalu berkeringat, suhu tubuh dibawah rata-rata sehingga menyebabkan suhu tubuh menjadi dingin. Karena sering berkeringat, biasanya sering merasakan haus dan kondisi tubuh sangat lemah.



  
      B.    Gejala Penyakit Malaria Berat (Malaria dengan Komplikasi)
Penderita yang masuk dalam criteria ini biasanya sangat lemah sekali. Malaria berat dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium sendian darah tepi dan penderita juga memiliki komplikasi sebagai berikut ini.


·         Tidak sadarkan diri kadang hingga koma
·         Sering mengigau
·         Bicara yang salah-salah (tidak terkontrol)
·         Kejang-kejang
·         Suhu tubuh sangat tinggi
·         Dehidrasi
·         Nafas cepat, sesak nafas


Cara Mencegah Penyakit Malaria
Penyakit malaria ini disebarkan oleh nyamuh sehingga kita harus menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekita sehingga tidak ada nyamuk yang berkembang biak. Bila anda sedang mengujungi tempat-tempat yang terkenal sebagai timbulnya penyakit malaria, minumlah obat Klorokuin yang berfungsi untuk mencegah masuknya parasit plasmodium falciparum ke dalam tubuh.
Cara Mengobati Penyakit Malaria
  
1.  Cara Moderen
Jika terkena penyakit malaria, usahakan cepat ditangani dengan membawanya berobat ke dokter ahli penyakit malaria. Jika sudah ditangan dokter pastinya akan cepat ditangani namun bagaimana jika anda berada ditempat terpencil dan sangat jauh dari tempat dokter, anda bisa menggunakan cara tradisional
 
               2.  Cara Tradisional 
                    Cara tradisional dapat dijadikan alternatif jika ada kendala berobat kepada dokter.         Untuk pengobatan secara tradisonal sangat mudah yaitu menggunakan “Daun Pepaya”. Jangan salah, daun papaya juga sangat manjur untuk mengobati penyakit malaria. Caranya yaitu siapkan beberapa daun papaya kemudian rebus dan minum airnya 3 kali sehari. Lakukan ini secara teratur setiap hari dan yakinlah bahwa anda akan sembuh.

Itulah tadi ulasan yang bisa saya tuliskan tentang malaria mulai dari penyebab, gejala, pencegahan dan cara mengobati penyakit malaria. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semuanya.